Pagi hari pukul 09.00 WIB aku dan sahabat saya Wawan Setiawan hendak bertemu dan hendak melihat pameran ALUTSISTA di MONAS. Kami berangkat bersama dari Halte terminal Pulogadung, yang sebelumnya sahabat saya datang dari daerah Puri Kembangan, saya minta jemput padanya karna jika saya pergi sendiri males. Kami berangkat dari Pulogadung dan saya dibayarkan tiket Busway saya, karna saya belum punya Busway Card. Sebenarnya saat saya pergi saya sedang sakit, tapi semangat ingin melihat pameran ALUTSISTA dan ingin sholat di masjid Istiqlal yang kesekian kalinya, yang sebelumnya kami berdua sudah beberapa kali sholat dan jum'atan di Masjid kebanggaan Indonesia itu.
Kami turun dihalte Monas, kami melihat banyak sekali pengunjung dan wisatawan yang berkunjung, ya mungkin mereka juga ingin melihat peralatan" perang TNI Indonesia seperti kami berdua. Kami masuk melalui pintu utama dan terdangar suara yang tidak asing bagi kami berdua , itu adalah suara Kuda Lumping. Kami masuk dan melihat" peralatan perang TNI indonesia, dan salah satu yang saya suka adalah Heli dengan 2 pilot, itu Heli yang paling besar yang dipamerkan disana. Kami berkeliling melihat" sempat melihat video Demonstrasi perang, dan kami juga merapat pada salah satu panggung yang ada disana, itu adalah panggung untuk acara TV acara musik Inbox yang sering saya lihat di TV, diatas ada beberapa prajurit yang mengisi acara untuk menghibur pengunjung, sayangnya acara Inbox bukan pada hari itu, melainkan hari keesokanya, hmmm kami pun kembali berkeliling, saya merasa lapar karna dari sepulang kerja Shift 3 belum sempat makan dan saya sedang dalam kondisi sakit pula. Akhirnya kami membeli 2 Pop mie dan 2 isotonik , harganya cukup mencengangkan 40rb, ya kami hanya bisa berfikir oh mungkin sulit jika saya yang membuatnya sendiri makanan dan minuman sendiri, hatiku tersadar dan melupakan ttg harga itu. Kami mencari tempat untuk makan, akhirnya kami makan dibawah tiang lampu taman yang disekitarnya rindang pepohonan.
Tak terasa waktu terus berlalu hingga pukul 11.30 WIB , kami beranjak dari Monas menuju Masjid Istiqlal yang hanya bersebrangan dari Monas.
kami sholat Dzuhur berjamaah, setelah sholat ada kajian kitab dari al imam syech Ghozali yang manshur. pengkajian selesai pukul 13.00 kami beranjak dari Istiqlal kami memutari Masjid Istiqlal dan kami belum punya tujuan sebelumnya, akhirnya kami membeli satu nasi goreng dan sahabat saya memesan mie, saya memesan dan rasanya enggan makan, mungkin karna saya sedang tidak enak badan sehingga mempengaruhi nafsu makan saya, tapi disebelah kami ada penjual rujak, akhirnya saya menyuruh sahabat saya untuk membeli satu untuk dimakan bersama. Mungkin nasi goreng yang saya pesan merasa dicampakan olehku, karna aku tidak nafsu makan. Kami tidak tahu dengan hari itu, kami hanya seperti thowaf mengelilingi Masjid Istiqlal dan akhirnya kembali masuk halaman Istiqlal . Kami duduk di pinggir sungai dihalaman Istiqlal, kami berbincang seolah ahli ilmu saja, banyak yang kami bicarakan . Saat kami berbincang tiba" ada seseorang yang menghampiri kami dan meminta sedikit uang karna dia ingin pulang ke Depok, akhirnya sedikit yang bisa kami beri untuk orang tersebut namun setidaknya itu cukup sampai tujuannya. Kami berbincang kembali sambil menunggu waktu Ashar, satu lagi orang bertanya kpda kami, ia menanyakan warung kepada kami, kemudian kami menunjukan salah satu warung diluar halaman Masjid. setelah masuk waktu Ashar kami masuk Masjid . Setelah sholat Ashar berjamaah kami berdiam didalam masjid yang sbelumnya telah diberi tahu akan ada majlis perbaikan ma'raj dan tajwid.
Hingga banyak waktu berlalu majlis tersebut belum dimulai , ya kami sadar dengan kondisi saat itu jarang skali yang berminat untuk mengaji. Kami hanya berdiam didalam masjid sambil sdikit berbincang, sesekali hati merasa sangat kagum dengan kemegahan rumahNya, sesekali air mataku berlinang . Sahabatku mengajak kami pulang karna sudah lama kami berkunjung, namun saya menjawab sebentar wan , setelah waktu berlalu pertanyaan tersebut kembali dilontarkan sahabat saya, kemudian saya menjawab nanti wan ba'da maghrib atau ba'da isya wan. Sambil bersandar pada salah satu pilar Masjid yang sangat kokoh seseorang bertanya kpda kami berdua, "asline pundi mas" katanya. Saya dari Banyumas pak, kembali bapak bertanya " banyumase pundi" saya jawab "Tambak", sahabat saya menimpali "sumpiuh pak", kami berbincang" dengan bapak tersebut tetang pekerjaan dan domisili sekarang.
No comments:
Post a Comment