Jadi lapak transaksi seks,9 lokasi di Jakut rawan terjangkit HIV
Reporter : Dharmawan Sutanto
0
Suka
0
Share
0
Tweet
klik
Google+
Merdeka.com -Sembilan lokasi transaksi seks di wilayah Jakarta Utara rentan terjangkit HIV/Aids. Agar wabah ini tak terus berkembang, golongan yang beresiko tertular seperti, wanita pekerja seks (WPS), waria, lelaki seks lelaki (LSL), dan pengguna narkoba jarum suntik, mengikuti sosialisasi.
Kesembilan lokasi rawan itu yakni Rawa Malang, Kolong Jembatan, Menchos, Kecamatan Cilincing, kafe di Lagoa, Kecamatan Koja, Pela-pela, kafe di Taman BMW, Kecamatan Tanjung Priok, Gedong Panjang Rawabebek, Jembatan Gantung dan Kalijodo, Kecamatan Penjaringan. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati Hari Aids se-Dunia yang jatuh pada 1 Desember nanti.
Dari data yang dimiliki Komisi Penanggulangan Aids Kota (KPAK) Jakarta Utara, sebanyak 4.274 orang yang rentan tertular. Sebanyak 3.009 di antaranya yaitu WPS, LSL 373, waria 414 dan pengguna jarum suntik 478. Sedangkan jumlah yang positif menderita HIV sebanyak 2.944 dan penderita yang terinfeksi Aids sebanyak 15 orang.
Seksi Monitoring Jakarta Utara, Muhammad Fahmi mengungkapkan, walaupun terjadi penurunan namun di Jakarta Utara masih ada ribuan orang yang rentan terinfeksi HIV-Aids. Mereka teridentifikasi dari kelompok yang rentan terinfeksi.
"Dari hasil pendataan yang dikeluarkan November ini ada perubahan tren penularan. Sekarang cenderung melalui transeksual," ujar Fahmi kepada wartawan di kantor Walikota Jakarta Utara, Jumat (28/11).
Selain melakukan sosialisasi terhadap orang yang rentan tertular HIV-Aids, pihak KPAK juga menyebarkan jutaan kondom sebagai antisipasi seks bebas yang terjadi di masyarakat. Sejak Januari hingga Juni 6.726.446 pieces kondom di distribusikan secara gratis ke lokasi-lokasi yang rentan terjadi penularan HIV-Aids.
"Kita harus terus kampanyekan tentang bahayanya HIV-Aids. Pada 2013 lalu di Jakarta Utara sebanyak 50 orang meninggal karena Aids," tandasnya.
(mdk/lia)
No comments:
Post a Comment