31/12/2014

6 Musuh Kulit Saat Hamil

Jika ditanya perubahan apa saja yang Anda rasakan saat hamil, mungkin jawabannya banyak sekali. Salah satu perubahan yang sangat tampak selain perut yang semakin membesar adalah kulit yang meregang. Tingkat elastisitas kulit setiap ibu tentunya berbeda-beda. Pada beberapa ibu, kulit yang terpaksa meregang ini malah tampak kurang enak dipandang.
Ini baru karena peregangan kulit. Belum lagi berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon estrogen, progesteron, dan hormon lainnya yang ikut memberi sumbangan terhadap berbagai masalah kulit. Suatu studi klinis terhadap 607 ibu hamil yang dilakukan oleh Rashmi Kumari, TJ Jaisankar dan Devinder Mohan Thappa, dari Department of Dermatology and STD, Jawaharlal Institute of Postgraduate Medical Education and Research (JIPMER), India, bahkan menemukan terjadinya perubahan kulit secara fisik pada seluruh kasus, masalah kulit spesifik (22 kasus), dan dermatosis yang dipengaruhi oleh kehamilan (125 kasus). Sayangi kulit dan berikan perawatan ekstra mulai dari sekarang!
Jerawat
Mengira sudah tidak pernah akan berurusan lagi dengan jerawat menjengkelkan yang akrab menyambangi wajah saat Anda remaja? Nanti dulu. Pada trimester pertama kehamilan, Anda akan kembali akrab dengan jerawat karena peningkatan produksi hormon estrogen. Namun jerawat ini akan menghilang dengan sendiri setelah melahirkan.
LakukanMengusir jerawat sampai sama sekali hilang saat sedang hamil mungkin sulit, tapi menurut Dr. Tina Wardani Wisesa, SpKK, dari klinik Sakti Medika, Jakarta, Anda bisa meminimalkannya dengan membersihkan kulit wajah sepulang bepergian dan sebelum tidur. Jika ingin menggunakan pelembap, pilih yang bukan berbahan dasar minyak. Untuk sabun wajah, pilih sabun antijerawat yang tidak mengakibatkan kulit kering. Anda juga bisa menggunakanscrubwajah berbahan dasaroatmealyang lebih lembut untuk membersihkan pori-pori kulit yang berminyak. Ibu hamil dianjurkan tidak menggunakan dulu obat jerawat, terutama obat resep yang mengandung Accutane dan Retin-A karena bisa menyebabkan terjadinya gangguan kelahiran bayi.
Hiperpigmentasi
Masih ingat jelas betapa gelapnya warna kulit di daerah ketiak, sekitar genital, paha, dan bahkan pusar? Warna kulit manusia, warna mata dan juga rambut ditentukan oleh kandungan pigmen Melanin-a yang diproduksi oleh sel khusus bernama melanosit. Saat sel ini memproduksi melanin berlebihan, terjadilah hiperpigmentasi. Menurut Dr. Tia Febrianti, SpKK dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, peningkatan hormon estrogen turut memicu munculnya hiperpigmentasi saat kehamilan. Selain itu faktor paparan sinar matahari yang berlebihan serta reaksi obat juga bisa menyebabkan hiperpigmentasi.
LakukanKendati hiperpigmentasi biasanya hilang sendiri paling lama satu tahun setelah melahirkan, tapi sebisa mungkin hindarilah pajanan sinar matahari langsung. Jagalah kelembapan kulit dengan mengonsumsi air putih 6-8 gelas sehari dan gunakan pelembap.
Gatal
Selain terjadi peningkatan pigmen, membesarnya tubuh dan terutama perut, membuat kulit meregang dan semakin kering. Kulit kering dan peningkatan pigmen inilah yang seringkali menimbulkan rasa gatal mengganggu. Banyak ibu hamil mengakui bahwa rasa gatal inilah sering tidak tertahankan. Garukan pada area yang gatal, terutama pada daerah perut, bokong, dan pinggul juga kerap membuat area tersebut mengalami iritasi.
LakukanOleskan losion pelembap agar kulit tidak kering dan gatal. Selain itu potong kuku agar tidak panjang dan membuat kulit lecet jika Anda terpaksa harus menggaruk. Saat gatal, sebisa mungkin hindari menggaruk kulit, lebih baik tepuk-tepuk lembut area yang terasa gatal.
Stretchmark
Guratan melintang pada area pusar ke bawah ini juga kerap ditemui pada ibu hamil. Guratan yang berwarna kecoklatan (striae nigra) dan guratan putih (striae alba) ini juga muncul karena peregangan kulit. Selain muncul di area perut,stretchmarkjuga ditemui di paha, bokong, payudara, dan pinggul. Guratan yang berwarna kecokelatan seringkali menimbulkan rasa gatal karena terjadi peningkatan pigmen. Selainstretchmark, guratan dengan tekstur seperti kulit jeruk juga sering ditemui.
LakukanKendati sulit dicegah, tapi Anda bisa mengoleskan pelembap untuk menjaga agar kulit tidak kering dan tetap elastis. Hindari menggaruk areastretchmark, karena garukan bisa membuat cedera jaringan ikat pada kulit. Jika ini terjadi, zat pigmen akan masuk sehingga garis akan tampak semakin jelas.
Linea Nigra

No comments:

Post a Comment