Berikut wawancara kami bersama Pak Wayan.
"Selamat siang pak Wayan kami dari Jakarta ingin banyak berbincang dan tentunya menyita banyak waktu pak Wayan, Mulai kapan Pak Wayan mencintai seni khususnya yang berhubungan dengan seni batu gambar?"
"Saya mulai menyukai seni tentang keindahan lukisan semenjak tahun 1997 lalu, dimana saya memang menimba ilmu kepada salah satu pergurunan tinggi, pada jurusan PSSRD kepanjangan dari Program Studi Seni Rupa Dasar, lalu menyukai seni batu gambar pada tahun 1998" Tutur Pak Wayan sambil menikmati teh hangat manis kesukaannya, kebetulan sekolah ini berada di kota Denpasar, namun secara bakat Pak Wayan memang selah seorang berdarah seni sejak lahir.
"Saya tapi tidak sampai lulus mas di PSSRD" begitu pak Wayan mengatakan kepada kami dan beliau menjelaskan faktor ekonomi yang harus membuat studinya terhenti di semester 4. Cukup mengharukan cerita yang kami dengar karena sambil kuliah membantu orang tuanya jualan sayur berkeliling kota Denpasar dari rumah ke rumah."
"Apa yang membuat pak Wayan tetap bersemangat meraih masa depan?"
"Kejujuran dan kebersihan, karena kejujuran ada modal seseorang untuk mendapatkan kepercayaan baik berurusan dengan Tuhan dan dengan sesama manusia, sedangkan kebersihan adalah suatu sifat manusia yang melambangkan kepribadian, kebersihan hati, kebersihan dalam menjaga jasmaninya serta kebersihan akan bertingkah laku".Begitu Fisolofi dengan penuh arti penjelasan pak Wayan.
"Apakah batu gambar itu punya makna pak?"
Wow jelas, bagi saya batu gambar mempunyai power yang tidak semua batu gambar punyai gamabar apalagi batu gambar yang berenergi, terlalu sulit untuk dicari dan boleh dibilang itu anugrah dari yang kuasa." Jelas beliau.
"Dari sekian banyak jenis motif, batu gambar apa yang di favoritkan bapak?"
"Gambar tokoh itu yang paling saya sukai, karena dengan melihat dan memiliki batu bergambar tokoh seperti tokoh pewayangan, sejarah itu artinya kita bagaikan memandang dan mengikuti cerita-ceritanya terlebih berhubungan dengan cerita masa lalu. Ini yang bisa membuat saya selalu bisa terus bersyukur kepada Pencipta Alam." Begitu jawaban begitu sambil barkaca-kaca tatapan matanya.
Kelihatan sekali rasa syukur beliau disaat kami menanyakan tentang sang fenomena PRABU SILIWANGI. "Gambar itu menjadikan saya semakin mencintai batu-batu lokal Indonesia" begitu beliau menjawab singkat.
"Sebagai Pemegang trofi juara 1 kelas bergengsi apa yang pak Wayan ungkapkan?"
"Puji syukur pasti saya teruntukkan buat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kemurahan dan kemudahaanNya lah saya bisa seperti ini, bagi saya kemenangan ini bukti bahwa pilihan saya tidak salah dan perjuangan saya mengoleksi batu-batu akik gambar ini mendapatkan penghargaan untuk pertama kalinya di Indonesia, sesuatu yang istimewa buat saya. Untuk para teman-teman pecinta batu akik gamabr jangan pernah putus asa, yakinlah dengan kemauan dana ketelitian serta selalu berusaha mencari. Pastilah sesuatu yang indah itu mampu kita temukan". Begitu pak Wayan memberikan Spirit buat gemslovers di tanah air tercinta ini.
"Apa kesan buat kami media IGS Pak?"
"IGS sangat positif, media yang pertama di Indonesia dan berani memberikan terobosan akan suatu warna baru di dalam seni batu di Indonesia, ini tentunya akan membawa kemajuan kearah yang lebih baik bagi lapisan masyarakat Indonesia yang majemuk, maju terus IGS saya selalu menunggu event-event selanjutnya."Begitu jawaban Pak Wayan.
Akhirnya kami sudahi perbincangan dengan Pak Wayan Astawa Saputra sang juara dari pulau Dewata, begitu banyak hal positif yang bisa diambil dari perjalanan yang boleh dibilang berliku sampai akhirnya bisa menjadi pengusaha otomotif yang cukup sukses di kota Denpasar dan akhirnya menjadi salah seorang tokoh pelestari seni batu yang selalu konsisten dengan pilihannya yaitu seni batu akik gambar yang pada saat ini di Bali sendiri menjadi tren. Hampir semua di seluruh penjuru kota di Bali terkena demam batu akik gambar dan sesuatu yang nyata, buktinya juara kelas bergengsi ini di pegang team Bali lewat koleksi "PRABU SILIWANGI" milik pak Wayan. | AE
No comments:
Post a Comment