Mungkin masih lekat dalam ingatan sukacita yang Anda rasakan saat dinyatakan positif hamil anak pertama. Dan kini, Anda sedang bersiap menyambut kedatangan anak kedua. Tentu banyak yang sudah Anda “pelajari” dari kehamilan pertama. Mulai dari cara mengurangi mual muntah, makanan yang perlu Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan Anda dan janin, hingga persiapan yang perlu Anda lakukan jelang persalinan. Hal terpenting adalah Anda menyadari bahwa semua ketidaknyamanan yang Anda rasakan selama hamil akan terbayar lunas saat menggendong si mungil untuk kali pertama.
Mungkin kehamilan kedua tidak terlalu memberikan antuasiasme–atau kekhawatiran–seperti kehamilan pertama. Semua karena mental Anda sudah jauh lebih siap untuk menjalani 40 minggu kehamilan kedua. Namun bukan berarti hamil untuk kedua kalinya datang tanpa kejutan. Pengalaman mengandung janin yang pertama telah mengubah banyak hal dalam diri Anda. Perubahan itu menjadi awal sebuah perbedaan besar.
Perut membesar lebih cepat
“Berat rahim wanita tidak hamil sekitar 30 gram. Setelah hamil selama 9 bulan, berat uterus umumnya menjadi 1 kg,” kata Dr. Sarsanto W. Sarwono, SpOG, spesialis kandungan dari RS St. Carolus, Jakarta. Secara alami, rahim akan mengecil secara perlahan. Tiga bulan pasca-persalinan, berat rahim sudah mendekati berat normalnya. Namun uterus Anda tetap saja tidak bisa kembali persis seperti sediakala sehingga saat hamil kedua, perut Anda seolah membesar lebih cepat dibandingkan saat hamil si sulung.
Perut lebih besar
Saat hamil pertama, otot-otot perut Anda masih kencang dan kuat sehingga kandungan Anda berkembang ke atas ke arah dada. “Setelah melewati kehamilan pertama, otot perut mengendur sehingga kandungan terlihat lebih menonjol ke depan karena otot perut tidak dapat menyangga janin sebaik kehamilan pertama,” kata Dr. Sarsanto. Hasilnya, perut Anda tampak lebih besar pada kehamilan kedua.
Gerakan janin terasa lebih cepat
“Pada umumnya tendangan pertama bayi bisa dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 19-20 minggu,” kata Dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG, spesialis kandungan dari SamMarie Family Healthcare, Jakarta. Di kehamilan pertama, mungkin Anda sudah merasakan gerakan janin sejak bulan ke-4. “Itu karena ibu sudah punya pengalaman sebelumnya maka dia lebih sensitif terhadap gerakan janin di dalam perut. Sebenarnya tidak ada perbedaan,” kata dokter yang biasa disapa Dr. Bonti itu. Pada bulan ke-3 kehamilan, gerakan janin terasa seperti gelembung kecil atau sapuan halus pada rahim. Bagi ibu yang hamil kali pertama, pengalaman itu kerap dimaknai sebagai gas yang terkumpul di dalam usus.
Lebih cepat lelah
Kehilangan kekencangan otot dan peregangan jaringan ikat yang menopang rahim–kedua perubahan itu Anda dapatkan dari kehamilan pertama–juga dapat memicu nyeri. Ditambah kesibukan Anda mengasuh anak pertama yang masih batita atau balita, rasa lelah mungkin semakin berlipat ganda. Keluhan paling sering diungkapkan wanita hamil anak kedua adalah nyeri tulang punggung. Berkonsultasilah kepada dokter seputar aktivitas fisik yang boleh Anda lakukan untuk mengurangi nyeri punggung. Selain itu, lakukan pencegahan berikut dalam keseharian Anda:
*.Hindari mengangkat beban berat
*.Saat berdiri, jaga otot di punggung bawah tetap rileks dengan menekuk lutut
*.Saat beristirahat, berbaringlah dalam posisi miring dengan mengapit bantal di antara dua kaki
*.Saat duduk untuk waktu agak lama, kurangi tekanan di bagian bawah tulang belakang dengan mengistirahatkan kaki di kursi pendek
Perhatikan riwayat kehamilan sebelumnya
Jika Anda mengalami diabetes gestasional, pre-eklampsia, atau masalah kesehatan lain pada kehamilan pertama, segera diskusikan dengan dokter kandungan. “Kondisi itu tidak selalu terulang pada kehamilan kedua, tapi perhatian ekstra perlu diberikan. Konsultasikan penggunaan vitamin kehamilan, konsumsi antioksidan, atau pencegahan maupun penanganan lain kepada dokter,” kata Dr. Bonti.
Proses persalinan lebih cepat
Kabar baik di kehamilan kedua: Fase persalinan dan persalinan berjalan lebih cepat dibandingkan saat Anda melahirkan anak pertama. “Tubuh Anda sudah pernah melewati proses ini sebelumnya dan leher rahim sudah terbuka karena sudah pernah dilalui janin sehingga pembukaan lebih cepat terjadi,” kata Dr. Bonti. Masih ada kabar baik untuk Anda: Pada kehamilan kedua, leher rahim dan jaringan vagina sudah lebih siap mendorong kepala bayi keluar sehingga Anda tidak perlu mengejan terlalu banyak untuk mendorong bayi. “Jika proses persalinan hingga bayi pertama lahir memerlukan waktu sekitar 14 jam, persalinan kedua
No comments:
Post a Comment