31/12/2014

Peran Ayah di Ruang Bersalin

Detik-detik kelahiran buah hati ke dunia menjadi momen yang mendebarkan bagi siapapun. Tidak terkecuali bagi Anda: Para calon ayah. Jika dulu kita akrab dengan iklan layanan masyarakat tentang suami siaga alias siap-antar-jaga, mungkin memang itulah kata yang tepat. Suami perlu bersiap diri, mengantar istri ke rumah sakit bersalin, dan menjaga istri sepanjang proses persalinan. Berikut kiat yang bisa memudahkan Anda menjalani detik-detik jelang kelahiran.
Tambah Wawasan
Perkaya diri Anda dengan pengetahuan seputar fase persalinan, apa yang terjadi dengan tubuh istri Anda, serta alasan operasi sesar. Punya bekal pengetahuan membuat Anda bisa memerkirakan apa yang akan terjadi sehingga kecemasan Anda berkurang. Ketenangan Anda akan sangat membantu istri.
Bersiaplah Menunggu
Pasangan Anda akan mengalami masa beberapa jam penuh dengan kontraksi menyakitkan hingga akhirnya tiba saat untuk mengejan. Ketika dokter atau perawat menyarankan calon ibu agar banyak berjalan, Anda bisa menemani dia berjalan di sepanjang koridor rumah sakit. Selain mengenakan pakaian nyaman, Anda juga perlu memakai sepatu atau sandal yang empuk untuk berjalan. Bawalah benda-benda untuk mengalihkan perhatian istri dari rasa sakit, seperti satu set kartu, iPod,console portable, atau benda lain yang disukai pasangan Anda.
Mengalir
Mungkin Anda sudah menyiapkan diri dengan belajar teknik pernapasan dan pemijatan. Namun begitu proses persalinan tiba, bisa saja semua berantakan. Beberapa perempuan tiba-tiba menjadi tidak suka disentuh, sementara sebagian lain menyukai pijatan di punggung. Pasangan Anda mungkin terbantu dengan teknik pernapasan dan relaksasi yang Anda tuntun tapi ada kemungkinan dia justru kesal jika Anda menarik napas panjang sambil terus menghitung.
Jadilah Pengacara Istri
Diskusikan bersama metode persalinan yang Anda dan istri inginkan dan ketahui perasaan istri tentang obat-obatan, operasi sesar, dan sebagainya. Kenyataan yang terjadi sepanjang proses bersalin mungkin membuat istri berubah pikiran. Atau mungkin petugas kesehatan mencoba membujuk istri Anda untuk menyetujui tindakan yang tidak dia inginkan atau tidak dia perlukan. Calon ibu kemungkinan besar tidak berada pada posisi bisa berkomunikasi. Andalah yang paling tahu istri dibandingkan semua orang yang ada di ruang bersalin. Tugas Anda adalah mengatakan, “Dia ingin mengejan sedikit lagi,” atau “Dia sudah berada di batas kemampuan. Dia ingin operasi caesar.”
Rencanakan Bidikan Terbaik
Jika Anda berencana merekam proses persalinan dengancamcorder, ada beberapa sudut pengambilan gambar yang lebih baik dibandingkan sudut yang lain. Dengan kata lain, jangan arahkan lensa Anda tepat di selangkangan istri. Lebih baik Anda merekam gambar istri dari balik bahu. “Pastikan Anda telah meminta izin pihak rumah sakit sebelum merekam karena beberapa rumah sakit tidak mengizinkannya,” kata Dr. Satrio Dwi Prasojo, SpOG, dari RS Asri, Jakarta.
Siapkan Diri untuk Hal Tak Terduga
Melahirkan membuat wanita menjadi “brutal.” Mungkin istri Anda buang air besar saat mengejan atau buang gas dengan suara yang membuat Anda takjub. Tugas Anda, meskipun Anda merasa sangat tidak nyaman, adalah berkata, “Kamu hebat, Sayang!” Sebenarnya, dia tidak menyimak perkataan Anda. Suara Anda yang akrab di telinganya dan nada bicara Anda yang menenangkan adalah poin yang dia simak. Satu lagi yang mungkin membuat Anda mual: Setelah bayi sukses melihat dunia, plasenta akan keluar. Bentuknya mirip liver ukuran raksasa.
Bahkan tingkah perempuan selama proses persalinan dan setelah masuk ruang bersalin bisa mengejutkan. “Banyak calon ibu yang mendadak lidahnya menjadi tajam. Dia memaki dengan kata-kata kasar atau selalu marah-marah. Suami sebaiknya jangan memasukkan perkataan atau perilaku itu ke dalam hati, itu wajar terjadi karena memang istri sedang menanggung sakit yang luar biasa. Biasanya, mereka tidak sadar apa yang mereka ucapkan,” kata Dr. Sarsanto, SpOG dari RS Tebet, Jakarta. Sebaiknya Anda diam dan tetap mendukung.
Memotong Tali Pusat
Setelah melalui berjam-jam penuh ketegangan, dan mungkin berlinang air mata, akhirnya si mungil yang cantik lahir ke dunia. Anda bisa mengambil peran besar: Memotong tali pusat. “Jika ayah ingin memotong tali pusat, pastikan dokter diberitahu sebelumnya,” kata Dr. Satrio

No comments:

Post a Comment