30/12/2014

Akik Gambar Prabu Siliwangi

Pemenang Kontes Batu IGC 2014 Kelas Akik Gambar Badar
Dinginnya malam kota Bogor tidak menjadi halangan bagi kami untuk melakukan perjalanan menuju pulau Dewata Bali tepatnya ke kota Denpasar. Tepat pukul 04.00 WIB kami berangkat via perjalanan udara, nemempuh perjalanan selama 1 jam 45 menit, sampailah kami di Bandara Internasional I Gustu Ngurah Rai, waktu Bali menunjukkan pukul 07.15 WITA dan langsung di jemput pria berpenampilan
rapi dan cenderung berstyle seniman. Beliau adalah Bapak I Wayan Astawa Saputra yang tak lain adalah The Winner Event IGC 2014 di kelas paling bergensi Batu Akik Gambar Badar.
Setelah 3 minggu tak pernah bertemu beliau waktu di Ciracas bulan Maret kemarin, kini kami kembali bertemu di kota Denpasar, sungguh suasana haru karena waktu kemarin acara selesai kami tidak bisa berbincang langsung bersama beliau, dikarenakan kesibukan dan acara yang begitu menguras tenaga dan ini saat yang tepat untuk bercengkrama tentang pengalaman dan pembelajaran akan kiat-kiat untuk berprestasi. Dalam perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju ke kediaman beliau, kami sempat diajak mampir ke salah satu tempat kuliner yang ramai di kota Denpasar yaitu di Jalan.Teuku Umar (Seberang Libbi Plaza). Di sepanjang jalan ini memang tempat kuliner yang lengkap dari daerah mana saja bisa dijumpai dan ada salah satu kuliner yang akrab di Ibu Kota Jakarta tak lain adalah “Bubur Ayam Bang Yossi” kami menikmati makan pagi di kedai yang selalu ramai itu. Hampir 30 menit kami di situ lalu Pak Wayan mengajak jalan ke kediamannya.
Disepanjang jalan kami melihat bekas acara hari besar Nyepi, masih banyak di jumpai seperti patung Ogokogok, tempat-tempat menaruh bunga juga aroma dupa yang memang tidak asing di pulau yang terkenal akan keindahan alamnya ini. Apalagi masyarakat Bali sangat patuh akan peraturan adat dan agama. Budaya ini jugalah yang membuat pulau Bali menjadi tujuan kunjungan para wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Bagi para wisatawan, nilai seni dan budaya memang menjadi daya tarik tersendiri. Kami sempat kagum dengan melihat kreatifitas masyarakat Bali yang mampu membuat patung-patung yang sangat indah untuk acara keagamaan.
Sampai akhirnya kami di suatu yand disitu ada banyak terparkir mobil didalamnya "SURYA DEWATA MOTOR" begitulah nama showroomnya milik Pak I Wayan Astaw. Beliau berkata kepada kami, ini usaha kecil-kecilan saya ma.."Wah kami pun bilang yang beginian bukan kecil pak Wayan tapi luar biasa. Ada berbagai varian mobil second dengan kondisi yang sangat terawat dan masih di bilang baru, dikarenakan mobil yang diperjualbelikan di showroom ini hanya menyediakan tahun pembuatan 2008 sampai tahun-tahun sekarang. Inilah sisi lain dari seorang "THE LEGEND", disamping berdarah seniman Pak Wayan ternyata seorang pengusaha sukses, dimana pada tahun 2009 pernah mendapatkan penghargaan showroom terbaik di pulau Dewata dalam penjualan dan trackrecord.
Hal ini karena pelayanan yang diberikan kepada konsumen luar biasa, begitu ramah, bersahaja dan selalu memberikan sesuatu yang menarik. Dalam menjalankan aktifitasnya, Pak Wayan dibantu beberapa pegawai dan sudah punya tugas kerja masing-masing sehingga dalam pelayanan konsumen bisa dilakukan dengan cepat, akurat dan penuh tanggung jawab. Makanya nama "SURYA DEWATA MOTOR" sangat familiar di kota Denpasar dan pulau Bali. Maka tidak salah bagi teman-teman gemslover yang ada di Bali di sekitarnya untuk singgah untuk melihat langsung seperti apa unit mobil yang ada tempat Pak Wayan, siapa tahu Anda punya keingginan untuk ganti mobil buat kenyamana keluarga.
Setelah cukup lama kami mengamati proses transaksi jual-beli, kami bergegas keruang kerja Pak Wayan, disitu kami mengamati banyak sekali koleksi patung-patung batu, kayu dan perunggu yang sudah berumur ratusan tahun. Sangat kelihatan sekali darah seni yang mengalir pada diri Pak Wayan, ukiran-ukiran yang ada pada patung-patung batu itu menunjukan bahwa para pemahat di Pulau Dewata ini sangat luar biasa. Garis ukir yang sempurna membuat patung-patung itu terliahat hidup.
Kami pun mengawali pembicaraan dengan pak I Wayan Astawa Saputra, yang tak lain adalah pemenang pertama kelas bergengsi batu akik gambar Badar pada event IGC 2014 bulan Maret. Bapak 4 orang anak ini terlahir di Jakarta 16 Oktober 1967 silam, dari pasangan keluarga angkatan darat bapak I Wayan Kateng dan Ibu Ni Ketut Ray

No comments:

Post a Comment